Review Jurnal Terkait Emotional Quotient
Berikut ini merupakan
tabel perbandingan hasil review dari 2 jurnal yang berbeda:
|
Nama Jurnal
|
Ahmad, S., H. Bangash and S.A. Khan. (2009).
Emotional intelligence and gender differences. Sarhad J. Agric. 25(1), 127-130.
|
Mandell, B., & Pherwani, S. (2003). Relationship between emotional
intelligence and transformational leadership style: a gender comparison. Journal of Business and Psychology, 17(3)
|
|
Latar
belakang
|
Isu yang terjadi di publik adalah wanita tidak lebih baik inteligensi
emosinya dibanding pria, penelitian yang dikemukakan oleh King (1999),
Sutarso (1999), Wing and Love
(2001) dan Singh (2002) mengungkapkan bahwa
perempuan memiliki kecerdasan emosional yang lebih tinggi daripada laki-laki.
|
Di masa lalu,
studi kepemimpinan fokus pada pendekatan trait dan situasional. Perkembangan
saat ini di kepemimpinan telah berfokus pada pendekatan transformasional dan
transaksional (Hackman, Hills, Furniss, & Peterson, 1992). Para peneliti di masa lalu juga melihat
perbedaan gender untuk gaya kepemimpinan transformasional dan kecerdasan
emosional. Tinjauan penelitian tentang kepemimpinan dan gender secara
konsisten menunjukkan bahwa pemimpin perempuan sering kali negatif dievaluasi
dibandingkan dengan rekan-rekan pria mereka, khususnya ketika mereka
menggunakan gaya kepemimpinan otokratis (Eagly, Makhijani, & Klonsky,
1992).
|
|
Tujuan
|
Penelitian ini menyelidiki Emotional Intelligence
di antara pria dan wanita
|
Penelitian ini menguji hubungan prediktif
antara emosional
kecerdasan dan gaya
kepemimpinan transformasional. Para peneliti juga
untuk melihat
perbedaan gender dalam
hubungan antara kecerdasan emosional dan gaya kepemimpinan transformasional, serta perbedaan gender
dalam skor kecerdasan emosional dan gaya kepemimpinan transformasional manajer.
|
|
Manfaat
|
Penelitian ini memberikan wawasan tentang
kecerdasan emosi dan perbedaan gender.
|
Penelitian ini memberi wawasan bagaimana
transformasional gaya kepemimpinan berpengaruh terhadapa kecerdasan emosi
yang juga berdasarkan gender.
|
|
Instrument
|
Sampel penelitian ini terdiri dari 160 subyek,
dimana 80 laki-laki dan 80 perempuan
Metode : untuk mengetahui tingkat kecerdasan
emosional di antara subjek menggunakan Emotional Quotient Inventory (EQ-i)
yang diadaptasi dari Reuven BarOn (1997).
|
Sampel terdiri dari 32 laki-laki dan perempuan dengan
jabatan manajer atau supervisor yang bekerja di organisasi menengah ke besar di
bagian timur laut Amerika Serikat
Metode :peneliti
menggunakan Kuesioner Kepemimpinan Multi-faktor (MLQ, 5x-Revised; Bass &
Avolio, 1996) untuk menentukan kepemimpinan gaya individu. Inventaris Emotional
Emotional Quotient (EQ-i; Bar-On, 1996)
|
|
Hasil
|
Hasil mengungkapkan bahwa Pria memiliki
inteligensi emosi yang tinggi dibandingkan dengan wanita
|
Hubungan prediktif
yang signifikan ditemukan antara transformasional
gaya kepemimpinan
dan kecerdasan emosional. Tidak ada interaksi yang signifikan ditemukan
antara gender dan kecerdasan emosional saat memprediksi gaya kepemimpina transformasional. Perbedaan
yang signifikan ditemukan pada kecerdasan emosional dari sejumlah manajer
pria dan wanita. Terakhir, tidak ada yang signifikan. Perbedaan ditemukan dalam skor kepemimpinan transformasional manajer pria dan wanita.
|
KESIMPULAN
Dalam kedua jurnal ini sama-sama memilki variabel Emotional intelligence dan gender namun keduanya memiliki tujuan yang berbeda
dalam penelitian ini. Jurnal 1 hanya
melihat bagaimana perbedaan tingkat Emotional
intelligence antar
gender, sedangkan jurnal kedua cangkupnya
lebih luas yaitu tetang hubungan El dan trasformasional kepemimpinan
berdasarkan gender dan gaya pimpinan. Hasilnyapun menunjukan perbedaan dimana
jurnal 1 terdapat perbedaan El pada gender sedangkan jurnal 2 gender tidak
berpengaruh. Emotional
intelligence ternyata memiliki pengaruh terhadap apa yang tingkah
laku. kecerdasan emosi menentukan cara-cara di mana orang berhubungan dengan
diri mereka sendiri, kehidupan mereka, pekerjaan dan orang lain ”(Boyatzis,
Goleman dan Rhee, 2000). Emotional intelligence sendiri adalah konsep multifaset yang didefinisikan secara luas sebagai
konstelasi kemampuan, kompetensi, dan disposisi terkait dengan
mempersepsikan, memahami, dan mengelola emosi diri dan orang lain
(Bar-On & Parker, 2000).
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad,
S., H. Bangash and S.A. Khan. (2009). Emotional intelligence and gender differences.
Sarhad J. Agric. 25(1), 127-130.
Mandell, B., & Pherwani, S. (2003). Relationship between
emotional intelligence and transformational leadership style: a gender comparison.
Journal of Business and Psychology,
17(3).
Komentar
Posting Komentar