Aspek-Aspek Individual Diffrences dalam Organisasi
Setiap individu dalam suatu kelompok atau organisasi, memilki perilaku dan
karakternya sendiri. Manusia itu unik berbeda antara satu dengan yang lain,
masing-masing memilki ciri khas
tersendiri. Individual diffrences
diperlukan untuk memahami mengapa individu berilaku seperti itu dalam
organisasi. Perbedaan
individu (individual diffrences) ini akan mempengaruhi beberapa hal dalam organisasi,
misalnya, kepuasan kerja, kinerja pekerjaan, stres kerja, dan kepemimpinan. Didalam Individual diffrences memiliki
beberapa aspek yang membentuk perbedaan antar individu. Menurut Robbin dan Judge (2013) aspek Individual
diffrences yaitu kepribadian dan gender. Menurut mereka Kepribadian
seseorang mempengaruhi pengambilan
keputusan. Ini berarti keputusan seseorang akan berbeda dengan yang lainnya
tergantung bagaimana kepribadian yang mereka miliki. Sama halnya dengan
kepribadian, Gender juga
mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Dalam kaitannya dengan gender, Myers (1983) mengatakan bahwa
perempuan lebih cemas akan ketidakmampuannya dibanding dengan laki-laki. Laki-laki lebih aktif, eksploratif, sedangkan
perempuan lebih sensitif. Penelitian
sebelumnya juga menemukan wanita
menghabiskan lebih banyak waktu daripada pria menganalisis masa lalu, sekarang,
dan masa depan. Hal ini menyebakan tingkat stress wanita lebih tinggi
dibandingkan pria.
Lain halnya dengan George dan Jones (2012),
mereka mengatakan dua aspek
utama dari Individual diffrences adalah perbedaan kepribadian
dan perbedaan kemampuan. Kepribadian merupakan pola permanen yang dimiliki
individu yang mempengaruhi perasaan, perilaku, dan pikiran seseorang. Aspek
kepribadian meliputi Big five model (extraversion, neoriticism, agreeableness, conscientiousness,
dan keterbukaan terhadap pengalaman), lobus of control, self-monotoring,
self-esteem,
kepribadian type A dan type B. Kepribadian dapat menjadi prediksi keberhasilan suatu
organisasi, termasuk pada stess kerja, kepuasan, kefektivitasan dalam memimpin,
dan sebagainya. Aspek kemampuan meliputi kemampuan kognitif dan kemampuan fisik.
Dua jenis kemampuan fisik adalah
motorik dan fisik keterampilan. Keterampilan motorik adalah
kemampuan untuk secara fisik memanipulasi dengan
sistem gerak pada objek dalam suatu lingkungan. Keterampilan fisik adalah milik
seseorang kebugaran dan kekuatan.
Beberapa
aspek Individual
diffrences yang meningkatkan
kesadaran manusia akan individu perbedaan
menurut yaitu
1.
Self-awareness,
2.
awareness of others
3.
komponen
konsep,
3.1.
Self-estee, adalah sebuah keyakinan tentang harga diri seseorang berdasarkan
keseluruhan evaluasi diri
3.2.
self-concept, pandangan individu terhadap diri
mereka dari segi fisik, sosial, spiritual, atau moral makhluk hidup.
3.3.
Self-efficacy, adalah keyakinan individu tentang kemungkinan berhasil menyelesaikan
tugas yang spesifik
Meskipun terdapat perbedaan pandangan dari
beberapa tokoh dalam aspek invidual diffrences, akan tetapi sebenarnya
semua aspek-aspek dari beberapa tokoh tersebut saling berkaitan. Aspek-aspe
tesebut dimiliki semua individu dalam diri mereka, dan tentu saja semua aspek
tersebut akan berpengaruh terhadap organisasi baik perilaku organisasi,
individu dalam organisasi ataupun keberhasilan organisasi tersebut.
Refrensi
Jones, G. R., & George, J. M. (2012). Understanding and
managing organizational behavior. (6 ͭ ͪ ed). New Jersey: Pearson Education, Inc.
Judge, T. A., & Robbins, S. P. (2013). Organizational
behavior. New Jersey: Pearson Education, Inc.
Myers,E.G.
(1893). Social Psychology,
Tokyo: Mc Graw-Hill
Schermerhorn, Jr. J. R., Osborn, R. N., Uhl-Bien, M., & Hunt, J. G. (2011) Organizational Behavior (12 ͭ
ͪ ed). New York : Jhon Wiley & Sons,
Inc.
Komentar
Posting Komentar